Dirilis pada tahun 2011, serial antologi Black Mirror telah meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton melalui berbagai episodenya. Setelah memperoleh hak atas serial tersebut, Netflix terus memproduksi musim-musim baru dan menghadirkan game Black Mirror: Thronglets. Game ini terinspirasi dari episode “Plaything” dalam musim ketujuh serial tersebut. Dengan nuansa gelap yang menjadi ciri khas episode-episode terbarunya, suasana yang tidak biasa dalam game ini akan membuat pemain memikirkan banyak hal. Jadi, apakah kamu siap menyelami Black Mirror: Thronglets? Mari kita menjelajahinya bersama dalam artikel ini.
Pengenalan Black Mirror: Thronglets
Black Mirror: Thronglets adalah game simulasi hewan peliharaan virtual klasik. Game ini terinspirasi dari salah satu episode serial Netflix Black Mirror. Sekilas, game ini tampak seperti game memelihara hewan biasa, tetapi semakin jauh kamu bermain, semakin banyak keanehan yang akan ditemukan. Perkembangan hewan peliharaan yang berlangsung cepat akan menghadirkan berbagai kejutan bagi pemain. Jadi, mari mainkan Black Mirror: Thronglets untuk mengungkap misteri yang menanti di depan.
Latar Belakang Black Mirror: Thronglets
Seperti yang telah disebutkan, Black Mirror: Thronglets terinspirasi dari episode “Plaything” dalam musim ketujuh Black Mirror. Bisa dikatakan bahwa game yang kita mainkan adalah game Thronglets yang muncul dalam episode tersebut. Dibuat oleh programmer eksentrik Colin Ritman, seperti yang digambarkan dalam cerita episode tersebut, kamu berperan sebagai seorang jurnalis bernama Cameron Walker yang bertekad menyelidiki game misterius ini.Dari sini, kamu akan menemukan bahwa makhluk-makhluk dalam game memiliki kesadaran, mulai berkembang biak dan membentuk komunitas yang menakjubkan. Jika dibiarkan tanpa kendali, mereka berpotensi mengambil alih dunia ini. Jadi, bagaimana akhir dari Black Mirror: Thronglets? Mari terus menjelajah untuk mengetahuinya.
Gameplay
Black Mirror: Thronglets dimulai seperti game hewan peliharaan virtual pada umumnya. Pada awal permainan, pemain mendapatkan seekor makhluk kecil yang cukup menggemaskan. Seperti game memelihara hewan lainnya, kamu perlu merawatnya dari A sampai Z, mulai dari memberi makan, memandikan, bermain bersamanya, hingga membersihkannya. Kejutan muncul ketika, berkat perawatan yang baik, makhluk tersebut mulai berkembang biak dan jumlahnya semakin bertambah dari hari ke hari. Sebagai pengasuh mereka, kamu harus terus merawat semuanya.Namun, semuanya menjadi jauh lebih kompleks ketika makhluk-makhluk tersebut secara bertahap memperoleh kesadaran. Mereka mulai membentuk komunitas sendiri dan mengajukan berbagai pertanyaan. Pada titik ini, pemain menjadi seperti dewa bagi mereka. Meskipun dianggap sebagai makhluk tertinggi, kamu harus memberikan jawaban yang dapat meyakinkan mereka. Jika gagal, mereka dapat memberontak dan bahkan mengancammu. Kamu perlu mengalaminya sendiri untuk mendapatkan gambaran yang paling autentik.
Pet yang Istimewa
Jika kamu belum pernah menonton serial Black Mirror, khususnya episode “Plaything”, pada awalnya kamu mungkin mengira Black Mirror: Thronglets hanyalah game hewan peliharaan virtual biasa. Namun, semakin lama bermain, semakin kamu menyadari bahwa pet yang sedang kamu rawat sama sekali tidak sederhana. Pada tahap awal, mereka hanya membutuhkan perawatan dasar seperti makan, tidur, mandi, atau bermain. Tetapi setelah mulai berkembang biak, semuanya menjadi jauh lebih rumit.Pada titik tertentu, makhluk-makhluk ini memperoleh kesadaran dan mulai mengajukan pertanyaan kepadamu. Pertanyaan tersebut sering berkaitan dengan kondisi psikologis pengasuh dan disampaikan dengan bahasa yang sangat emosional. Hal ini membuat pemain merasa bertanggung jawab terhadap mereka dan melihat mereka sebagai makhluk yang patut dikasihani. Efek ini semakin terasa jika kamu mengizinkan game mengirim notifikasi push. Jadi, luangkan waktumu untuk merasakan esensi dari para pet dalam Black Mirror: Thronglets.
Koneksi Langsung dengan Episode “Plaything”
Mungkin belum banyak yang tahu bahwa Black Mirror: Thronglets dirilis bersamaan dengan episode “Plaything” dari Black Mirror. Hal ini menciptakan pengalaman yang lebih mendalam bagi penonton maupun pemain, seolah-olah peristiwa dalam serial tersebut suatu hari dapat menjadi kenyataan. Selain itu, game ini bukan sekadar judul yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari perluasan semesta serial tersebut. Game ini menggambarkan bagaimana perkembangan kecerdasan buatan suatu hari dapat memberikan dampak negatif terhadap etika manusia. Apakah teknologi mengubah etika, atau justru etika yang mengubah teknologi? Ini merupakan pertanyaan sulit yang tidak semua orang dapat menjawabnya.
Apa yang Dibutuhkan untuk Memainkan Black Mirror: Thronglets?
Black Mirror: Thronglets adalah game yang sangat menarik, bukan hanya karena terhubung dengan episode “Plaything”, tetapi juga berkat alur cerita dan gameplay yang memikat. Namun, untuk memainkan game ini, kamu perlu memenuhi persyaratan berikut:Kamu harus berusia di atas 12 tahun karena game ini memiliki rating 12+. Perangkatmu harus menggunakan Android 10 atau iOS 17 atau versi yang lebih tinggi. Kamu membutuhkan sekitar 3 GB ruang penyimpanan kosong. Diperlukan perangkat kelas menengah dengan performa yang baik atau lebih tinggi. Koneksi internet diperlukan selama bermain. Kamu juga harus memiliki akun Netflix.
Unduh Black Mirror: Thronglets APK untuk Android
Black Mirror: Thronglets merupakan perpaduan menarik antara video game dan televisi. Dengan alur cerita yang memikat serta berbagai koneksi menarik, game ini mengangkat banyak pertanyaan tentang etika manusia dan teknologi. Apakah perkembangan teknologi yang begitu pesat benar-benar merupakan hal yang baik? Apa yang terjadi jika teknologi tersebut jatuh ke tangan orang-orang yang berniat buruk? Game ini layak menjadi salah satu pilihan menarik di perangkatmu. Unduh Black Mirror: Thronglets di sini dan coba arahkan jalannya permainan sesuai dengan pemikiranmu sendiri.